#TM3 - Perkembangan Logistik (1978 - Sekarang)

Periode sesudah 1978 : Ke arah Logistik  Terpadu

Dasawarsa mendatang memberikan prospek hasil yang bahkan lebih besar lagi dari.pelaksanaan penuh manajemen logistik.Jika kita tinjau kembali,beberapa dari kebutuhan yang kritis yang merangsang keprihatinan material tersebut memang dilebih-lebihkan,tetapi banyak yang tidak.Tantangan bagi masa depan adalah untuk mengintegrasikan kerumitan distribusi fisik itu dengan operasi manajemen material.
Manajemen logistic terpadu memberikan logika yang demikian dan makin lama makin menjadi lebih lazim ,sekurang-kurangnya karena 5 alasan.
1.      Alasan yang pertama adalah besarnya saling ketergantungan antara kedua bidang operasional itu yang dapat diusahakan untuk kemanfaatan perusahaan.Perspektif system total pergerakan/penyimpanan memberikan imbalan dan potensi sinergistik yang lebih besar .Potensi untuk pengintegrasian ini meliputi aktivitas yang jauh lebih besar daripada jika distribusi fisik atau manajemen material itu kita tinjau sendirian.
2.      Alasan kedua adalah untuk menyokong logistic terpadu adalah bahwa konsep distribusi fisik dan manajemen material yang sempit itu besar kemungkinan menimbulkan kedaan yang negative atau gangguan-gangguan .Kedua konsep ini sangat memberikan prioritas operasional pada sebagai suatu filsafat yang dominan dari manajemen logistik akan menimbulkan potensi bagi suboptimisasi yang klasik.
3.      Alasan ketiga adalah untuk mengintegrasikan aktivitas distribusi fisik dengan manajemen material adalah bhwa kebutuhan pengawasan untuk masing-masing jenis operasi ini adalah sama .Pengawasan yang demikian dalam buku ini disebut sebagai koordinasi logistik (logistical coordination). Tujuan dari koordinasi logistic adalah untuk merujukkan (reconcile) permintaan-permintaan operasional yang berbeda-beda itu pada distribusi dan manajemen material.
4.      Alasan ke empat adalah bagi integrasi operasi-operasi logistik adalah meningkatnya kesadaran bahwa banyak saling imbal (trade offs) terdapat di antara ekonomi manufacturing dengan kebutuhan pemasaran yang dapat dirujukkan oleh suatu system logistik yang dirancang dengan baik. Pola yang dominan dari manufacturing adalah untuk menghasilkan produk dalam berbagai ukuran ,warna,dan kwantitas untuk menghadapi penjualan yang akan datang.Penundaan perakitan (assembling) .
5.      Alasan yang kelima dan barangkali yang terpenting bagi logistik terpadu adalah bahwa kebutuhan akan misi logistik sekarang dan di masa databg tidak lagi dapat dipenuhi oleh penyebaran tekhnologi perangkat keras saja ( pure hardware technology ). Tantangan dasawarsa mendatang adalah mengembangkan cara-cara baru untuk memenuhi kebutuhan logistic ,bukan hanya melaksanakan cara0cara lama secara lebih efisien .
Operasi Logistik
Aspek operasional logistic adalah mengenai manajemen-manajemen pemindahan (movement) dan penyimpanan material dan produk jadi perusahaan .Jadi,operasi logistic itu dapat dipandang sebagai berawal dari penganguktan pertama material atau komponen-komponen dari sumber perolehannya dan berakhir pada penyerahan produk yang dibuat atau diolah itu kepada langganan atau konsumen. Proses manajemen distribusi fisik adalah menyangkut pengangkutan produk kepada langganan. Dalam distribusi fisik,langganan dipandang sebagai pemberhentian terakhir dalam saluran pemasaran .
Koordinasi Logistik
Koordinasi logistik adalah mengenai identifikasi kebutuhan pergerakan dan penetapan rebcana untuk memadukan seluruh operasi logistic. Koordinasi dibutuhkan untuk menetapkan dalam mempertahankan kontinuitas operasi. Didalam ketiga bidang operasi logistic ini,terdapat banyak pergerakan yang berbeda-beda ,dilihat dari besarnya pesanan, tersedianya inventaris,dan urgensi pergerakan tersebut .Fungsi utama dari koordinasi logistic adalah untuk merujukkan(reconcile) perbedaan-perbedaan ini.
Koordinasi Logistik adalah menyangkut perencanaan dan pengawasan terhadap masalah-masalah operasional.Koordinasi dibagi kedalam 4 bagian bidang manajerial yaitu :
1.      Peramalan(forecasting) pasar produk.
2.      Pengolahan pesanan.
3.      Perencanaan operasi
4.      Procurement atau perencanaan kebutuhan material.

Bagaimana Sih Perkembangan Bisnis Logistic di Indonesia ?
Perkembangan Logistik Supply di Indonesia semula diawali munculnya perusahaan-perusahaan pengiriman ekspres. Perusahaan pengiriman ekspres menawarkan jasa pengiriman barang dari satu pihak ke pihak lain yang bisa diartikan pendistribusian barang dari produsen ke konsumen. Dalam logistik supply chain management, aktivitas ini dikenal sebagai physical distribution outbond logistic. Hal ini dikarenakan pada masa itu masih berlaku sistem physical distribution. Perusahaan pada waktu itu masih belum memikirkan untuk menyatukan kegiatan inbound dan outbound. Kegiatan inbound maksudnya suatu kegiatan pengiriman atau pengangkutan atau pendistribusian bahan mentah (raw material) dari pemasok satu sumber bahan mentah (raw material source) yang kemudian dibawa ke pabrikuntuk diolah.
Potensi Pasar Logistik Sangat Besar
Industri logistik di Indonesia berkembang sangat pesat. Hal ini membuat potensi pasar logistik nasional sangat besar, mencapai Rp 268 triliun per tahun. Persaingan bisnis logistik supply pun sudah sangat ketat. Untuk menghadapi persaingan itu, dibutuhkan rantai pasokan yang efisien guna menyediakan pelayanan lebih cepat. Dalam Asosiasi Jasa Titipan, sebanyak 635 perusahaan bergabung, dan dalam Asosiasi Logistik Indonesia terdapat lebih dari 300 perusahaan. Itu hanya untuk wilayahJakarta. Pendapatan PT Pos Indonesia dari bisnis logistik supply mencapai Rp 1,4 triliun-Rp 1,7 triliun per tahun.
Meski demikian,masih banyak masyarakat belum benar-benar memahami bisnis logistik. Logistik dianggap hanya menangani gudang. Padahal cakupannya lebih luas, seiring dengan perkembangan dunia usaha, yaitu meliputi pemindahan barang dengan aktivitas penanganan yang diperlukan. Misalnya, bahan mentah. Barang dipindahkan lalu disimpan. Kalau perlu, diproses lagi kemudian diantar ke tujuan.. Jawa Barat menjadi daerah dengan potensi pasar logistik yang sangat besar. Sebab, keberadaan beragam industri di Jabar, seperti otomotif, elektronik, dan perbankan, memacu aktivitas perdagangan.
Kendala Bisnis Logistik di Indonesia
Kendala besar pada saat sekarang bagi usaha jasa logistik supply adalah infrastruktur-jaringan jalan yang kurang aman. Sulitnya mendapat gudang sesuai dengan persyaratan pergudangan internasional. Termasuk kendala komunikasi mobile dan masalah inflasi dalam bentuk bahan bakar naik, tarif listrik dan telepon naik, tarif angkutan naik, serta di atas segala ini, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.
Khusus jaringan jalan raya, perjalanan truk kurang aman jika beroperasi di malam hari. Misalnya dari Jakarta ke Surabaya oleh berbagai gangguan seperti pungli, bahkan pembajakan dan perampokan. Sementara mengirim barang atau logistik supply dari Jakarta ke Medan, jalan-jalan di daratan pulau Sumatera dalam keadaan memprihatinkan.
Hal ini berdampak pada harga sebuah barang. Misalnya harga mie instan di sebuah desa seringkali lebih mahal daripada di kota. Hal tersebut terjadi karena biaya transport ke desa lebih mahal, membutuhkan waktu yang lebih lama pula. Oleh sebab itu perlu dibuat suatu sistem Logistik Supply yang murah dan efisien sehingga harga mie instan di desa sama dengan dikota.




Comments